Edisi Ke-4

Salam Kopi Pagi………….

Pada awalnya Penulis mempertanyaan tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam hal ini  Dinas Lingkungan Hidup dan Kawasan Industri Lippo Cikarang, Kawasan Industri Jababeka dan Kawasan Industri Hyundai  berkaitan adanya Nota Kesepakatan yang dbuat tanggal 23-07-2020 dan telah disepakati 4 (empat)  poin kesepakatan dimana salah satu poin kesepakatan pada angka 4 berupa” tidak akan mengulangi proses pencemaran kali Cilemahabang”

Namun beberapa hari ini sebagaimana ditulis oleh beberapa media pada hari Kamis, 8 Agustus 2020 dan adanya Tertimoni warga yang berada disekitar sungai Cilemahabang yang mengeluhkan adanya kondisi air yang berwarna hitam pekat dan berbau tidak sedap sehingga mengganggu warga sekitar sungai.

Dengan adanya fakta tersebut perlu kiranya dilakukan evaluasi dan monitoring secara berkala  agar konsistensi menjaga lingkungan harus tetap dipertahankan dan khususnya terkait sungai Cilemahabang perlu kiranya dilakukan tindakan  yang lebih aktif dan tegas,  karena berbagai keluhan warga disekitar Sungai Cilemahabang mempertanyakan adanya Nota Kesepakatan tersebut, termasuk apakah warga harus selalu melakukan demo apabila menginginkan Sungai Cilemahabang yang bersih, tentu hal ini tidak diharapkan  karena Pemerintah Daerah memiliki kewenangan untuk dan atas nama warga masyarakat “hadir” untuk membantu menyelesaikan keluhan masyarakat karena jika hal ini dibiarkan  begitu saja dikhawatirkan menjadi aksi masa yang akan merugikan semuanya.

Komitmen Kawasan  Industri sebagaimana dituangkan dalam Nota Kesepakatan tersebut, harus DIPERTANYAKAN karena pada kenyataannya belum lama Nota Kesepakatan ditanda tangani ternyata Sungai Cilemahabang kembali menghitam dan berbau tidak sedap, sedangkan Nota Kesepakatan tersebut menjadi  dasar pegangan para pihak yang membuatnya namun apabila komitmen tersebut dilanggar apakah hal tersebut dapat dibiarkan tentu jawabannya tidak, Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi  sesuai ketentuan perundang-undangan yang ada dapat melakukan tindakan hukum terkait adanya dugaan pencemaran sungai Cilemahabang tersebut.

Diharapkan kepada Kawasan Industri yang diduga  melakukan pencemaran sungai Cilemahabang, diharapkan segera melakukan penanggulangan dan pemulihannya,  tentu saja Dinas terkait memastiakan hal tersebut dengan baik, agar daya dukung lingkungan hidup menjadi lebih baik, dengan melakukan:

  1. Pemberian informasi peringatan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup kepada masyarakat;
  2. Pengisolasian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup;
  3. Penghentian sumber pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup; dan/atau
  4. Cara lain yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dan melakukan  pemulihan fungsi lingkungan hidup dilakukan dengan tahapan:

  1. Penghentian sumber pencemaran dan pembersihan unsur pencemar;
  2. Remediasi (upaya pemulihan pencemaran lingkungan hidup untuk memperbaiki mutu lingkungan hidup);
  3. Rehabilitasi (upaya pemulihan untuk mengembalikan nilai, fungsi, dan manfaat lingkungan hidup termasuk upaya pencegahan kerusakan lahan, memberikan perlindungan, dan memperbaiki ekosistem);
  4. Restorasi (upaya pemulihan untuk menjadikan lingkungan hidup atau bagian-bagiannya berfungsi kembali sebagaimana semula); dan/atau
  5. Cara lain yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya Kawasan Industri  yang  diduga mencemarkan lingkungan diwajibkan melakukan penanggulangan pencemaran, yang salah satunya adalah memberikan informasi peringatan pencemaran kepada masyarakat. Adanya informasi peringatan dapat mencegah adanya masyarakat yang dirugikan. Selain itu, pelaku pencemar wajib melakukan pemulihan terhadap adanya dugaan pencemaran pada sungai tersebut. Untuk itu keberadaan Instansi Lingkungan Hidup sangat dibutuhkan sebagai Ujung Tombak penegakan hukum lingkungan.

Cikarang, 10  Agustus 2020

Sruput Dulu Kopinya

 

Bang Ulung Purnama, S.H., M.H.

 

30 thoughts on “Sungai Cilemahabang Kembali Menghitam Dan Berbau Setelah Nota Kesepakatan, Siapa Yang Bertanggung Jawab??”
  1. I’ve just finished reading your latest blog post, and I must say, it’s outstanding! The depth of your analysis coupled with your engaging writing style made for an exceptional read. What struck me most was your ability to break down complex ideas into digestible, relatable content. Your examples and real-life applications brought the topic to life. I’ve gained a lot from your insights and am grateful for the learning. Keep up the fantastic work – your blog is a treasure trove of knowledge!

  2. Uczyniłeś złożoną problem dostępną Dużą pracę|To wyślij to klejnot Więc zadowolony konfigurowałem to|Ty był uderzony zadziwiające zdolność wydziału do pióra atrakcyjna treść|To pismo na najwyższym poziomie zdobyłeś fresh obserwującego|Twój enter był zarówno wnikliwy, jak i pięknie napisany|Jestem zdumiony podczas jak wiele kulturalnie z tego posta|wykonujesz znaczną pracę To dispatch jest zeznanie o tym} {pożyczki online|pożyczki|pożyczki pozabankowe|http://pozyczkaland.pl/|pozyczkaland.pl/|pożyczka online|pożyczka|pożyczka pozabankowa}!

  3. ìåéä złożoną temat dostępną Świetną pracę|To zarejestruj się to klejnot Więc uszczęśliwiony zacząłem to|Ty ojciec zdumiewające pojemność do pióra atrakcyjna treść|To pismo na najwyższym poziomie zdobyłeś fresh obserwującego|Twój usługa pocztowa był zarówno wnikliwy, jak i cudownie napisany|Jestem zdumiony poza jak wiele kulturalnie z tego posta|wykonujesz adept pracę To dispatch jest zeznanie o tym} {https://kredytero.pl|kredytero.pl|kredyt|kredyty|kredyt online|kredyty online|kredyt przez internet|kredyty przez internet}!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!