KABUPATEN BEKASI – Inforayanews.co.id, – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari-red) Kabupaten Bekasi berhasil mengungkap motif pemerasan yang dilakukan oleh dua oknum yang merupakan pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat, APS dan HF terkena operasi tangkap tangan (OTT) saat sedang melakukan pemeriksaan terhadap pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat.

Kepada media, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, Ricky Setiawan Anas mengatakan, kasus pemerasan tersebut bermula dari hasil temuan APS selaku Ketua Tim Audit BPK saat menjalankan tugasnya.

“Pada bulan Desember 2021 dilaksanakan pemeriksaan rutin oleh BPK Perwakilan Jawa Barat. Salah satunya adalah APS,” kata Ricky, Rabu (30/3/2022) malam.

Kemudian, sambung Ricky, terhadap temuan BPK pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi tersebut, APS meminta uang sebesar kurang lebih Rp20 juta kepada masing-masing Puskesmas dengan total Rp17 juta Puskesmas dan Rp500 juta pada RSUD Cabangbungin.

“Selanjutnya, tanggal 28 Maret 2022, APS kembali menghubungi dr. M untuk langsung menyerahkan uang kepada BPK Perwakilan Jawa Barat, dimana dr. A (Forum Puskesmas-red) menyiapkan uang Rp250 juta dan dr. M (RSUD Cabangbungin) hanya menyiapkan Rp100 juta.

“Karena pihak RSUD Cabangbungin merasa takut jadi hanya mampu memenuhi Rp100 juta dari Rp500 juta yang diminta oleh oknum BPK Perwakilan Jawa Barat tersebut,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Ricky, pada tanggal 29 Maret 2022, Tim Kejari Kabupaten Bekasi, mendapatkan informasi terkait pemerasan yang dilakukan oleh oknum BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat, APS dan HF yang kemudian tim Kejari segera menindaklanjutinya.

“Informasi yang didapat bahwa benar telah lakukan penyerahan uang sebesar Rp350 juta kepada APS yang merupakan Ketua Tim Audit BPK Jawa Barat. Sedangkan HF hanya sebagai Anggota Tim Audit BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.

Dilanjutkan Ricky, pada Rabu 30 Maret 2022 sekira pukul 11.30 WIB, Kajari Kabupaten Bekasi didampingi Kasi Intel dan Kasi Pidsus beserta Tim Penyidik Kejari Kabupaten Bekasi, segera melakukan penggeledahan terhadap kamar yang dihuni kedua oknum tersebut di Apartemen Oakwood, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi.

“Saat penggeledahan ditemukan uang tunai dalam satu buah tas ransel berwarna hitam dengan pecahan lima puluh ribu dan seratus ribuan di kamar atas nama HF yang berjumlah Rp350 juta,” ulasnya.

Untuk menindaklanjuti hasil penggeledahan tersebut, Tim Penyidik Kejari Kabupaten Bekasi, langsung melakukan penangkapan terhadap APS dan HF yang saat itu sedang melakukan pemeriksaan diruangan BPKAD Kabupaten Bekasi, Terang Ricky.

“Kita tangkap dan langsung dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi untuk proses lebih lanjut,” pungkasnya.(123d)

11 thoughts on “Kajari Kab.Bekasi Ungkap Adanya Dugaan Pemerasan Yang Dilakukan Dua Oknum Pegawai BPK Provinsi Jabar”
  1. Im very happy to find this web site. I want to to thank you for ones time just for this fantastic read!! I definitely appreciated every part of it and i also have you saved as a favorite to see new information in your blog.

  2. Im excited to discover this web site. I need to to thank you for ones time for this wonderful read!! I definitely savored every bit of it and I have you bookmarked to look at new information in your web site.

  3. Someone essentially assist to make critically articles I’d state. That is the first time I frequented your web page and up to now? I surprised with the research you made to make this actual publish amazing. Excellent process!|

  4. By Ö Kanmaz 2022 — Hastane otomasyon programları üzerinden fatura edilen ilaç
    miktarları ve yarım doz kemoterapi ilaç listesi (ek 4-H)
    hazırlanmıştır. IV infüzyon için.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!