KABUPATEN BEKASI – Inforaynews.co.id , – Aplikasi Edabu buatan BPJS Kesehatan diprotes serikat buruh. Pasalnya, aplikasi tersebut merugikan para pekerja yang berada dikawasan industri Kabupaten Bekasi.

Seperti dikatakan aktivis Jamkeswatch Fachruroji. Menurutnya, aplikasi Elektronik Data Badan Usaha itu ditujukan mempermurah para penggunanya.

“Khususnya perusahaan atau badan usaha yang memiliki pekerja dalam jumlah yang cukup besar, kami setuju dengan sistem edabu karena salah satunya mempermudah bagi perusahaan mendaftarkan pekerjanya mendapatkan jamianan kesehatannya,” ujar Fachruroji.

Pria yang biasa disapa Oji menyayangkan adanya kelemahan dari system’ Edabu tersebut. Katanya, system’ itu sangat merugikan pekerja.

“Yaitu perusahaan dengan mudah memutus jaminan kesehatan si pekerja tanpa mengkonfirmasi ke si pekerja terlebih dahulu,” jelasnya.

Oji memaparkan jika banyak sekali pekerja yang sedang melakukan proses perselisihan (sesuai amanah UU No. 2 tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ) di putus jaminan kesehatannya oleh perusahaan dan di amini oleh Bpjs Kesehatan. Walaupun, belum ada putusan yang ingkrac (mengikat).

Mantan caleg Gerindra Kabupaten Bekasi itu, berdasarkan amanah UU No.13 tahun 2003 ttg Ketenagakerjaan pasal 155 ayat (2), Peraturan Presiden No. 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan Nasional dan Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan No.06 tahun 2018 ttg Administrasi Kepesertaan pasal 50 menyatakan, selama belum ada putusan yang mengikat ( inkrah ) maka baik pengusaha maupun Pekerja harus tetap membayar iuran BPJS Kesehatan.

“Tapi karena sistem Edabu pengusaha bisa mengabaikan regulasi tersebut.
Maka dari itu kami berharap kepada pihak BPJS Kesehatan bisa memperbaiki sisten edabu tersebut agar ada keadilan tenaga jaminan kesehatan bagi pekerja,” harapnya.

“Karena yang mengiur bukan hanya pengusaha tapi pekerjanya pun ikut bayar iuran,” tambahnya.

Bahkan data dari BPJS Kesehatan bahwa dari tingkat kesisipkan dari semua peserta BPJS Kesehatan adalah PPU (Pekerja Penerina Upah).

“Buruh belum menerima upah sudah di potong upahnya untuk mengiur BPJS Kesehatan tapi ketika di PHK BPJE kesehatan tidak bisa membantu,” sesalnya.(SN-Red)

89 thoughts on “Aplikasi Edabu Buatan BPJS Kesehatan Diprotes Serikat Buruh”
  1. I’m often to blogging and i really appreciate your content. The article has actually peaks my interest. I’m going to bookmark your web site and maintain checking for brand spanking new information.

  2. One of the leading academic and scientific-research centers of the Belarus. There are 12 Faculties at the University, 2 scientific and research institutes. Higher education in 35 specialities of the 1st degree of education and 22 specialities.

  3. One of the leading academic and scientific-research centers of the Belarus. There are 12 Faculties at the University, 2 scientific and research institutes. Higher education in 35 specialities of the 1st degree of education and 22 specialities.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!