KABUPATEN BEKASI – Inforayanews.co.id, –  Pekerjaan pengecoran peningkatan jalan lingkungan (jaling-red) yang lokasinya berada di Perumahan Puri Nirwana Residance, tepatnya di jalan Sunan kalijaga RT 013/008 Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dalam pelaksanaan proyek tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi yang direncanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DISPERKIMTAN) Kab.Bekasi, adapun anggaran untuk kegiatan proyek tersebut bersumber dari APBD Kab.Bekasi tahun anggaran 2022 dengan nilai pagu sebesar Rp.199.076.900.00,- rupiah.

Dalam pantauan awak media di lokasi proyek kegiatan yang sedang dalam tahap pelaksanaan itu, tidak ditemukan adanya nama perusahaan jasa konstruksi pada papan proyek kegiatan, sementara LPB mengunakan beskos dengan kualitas rendah dan hamparan plastik yang di pasang tidak menutupi seluruh bagian lantai kerja, ditambah pekerja yang tidak memakai safety K3, sementara penggunaan rigid beton terlihat terlalu encer dan untuk ketebalan betonnya diduga kurang dari 15 cm.

Menanggapi situasi hal tersebut, ketua Gerakan Rakyat Peduli Penegakan Hukum Republik Indonesia (GRPPH RI) DPW Jabar ,Brian sakti kepada media dirinya menyampaikan ,menurutnya hal ini sudah mengindikasikan kontraktor atau penyedia jasa melakukan kecurangan.

“ Karena dengan mengurangi kualitas material dan tinggi beton yang digelar, walaupun hanya beberapa sentimeter, dan papan bekisting yang sedikit ditanam sehingga terlihat tidak full sebagaimana mestinya padahal sudah dianggarkan, itu juga sudah bisa diindikasikan bahwa kontraktor diduga telah melakukan kecurangan,” jelas  Brian sakti pada jumat (1/7) malam di lokasi kegiatan .

Menurutnya  juga kata Brian ,jika nama perusahaan  penyedia jasa tidak menunjukan nama perusahaan pada papan kegiatan, sudah melanggar Undang-undang No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Di tambah lagi, tidak adanya pelaksana kerja, baik konsultan ataupun pengawas saat kegiatan berlangsung . Di ketahui kata Brian perusahaan yang melakukan pekerjaan tersebut CV MS Srimamur Mandiri.

“ Jika terbukti kontraktor melakukan kecurangan, kami berharap  pihak dinas terkait dapat bertindak tegas, memberikan sanksi kepada kontraktor yang mengerjakan peroyek tersebut, karena kami akan terus mengawal proyek ini ,” Tegas Brian.

Media mencoba menggali lebih dalam terkait kegiatan proyek yang berada di perum Puri Nirwana Residance , dan menurut keterangan dari warga setempat bahwa proyek tersebut berasal dari aspirasi dewan DPRD Kab.Bekasi.

 

Reporter : (Tif)

2 thoughts on “Tidak Adanya Pengawasan Pada Proyek Jaling di Perum Puri Nirwana, di Duga Proyek Berasal Dari Aspirasi Dewan”
  1. Proyek jaling yg di perumahan BCL juga ga sesuai spesifikasi,coba tolong di up beritanya 🙏🙏🙏

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!