KABUPATEN BEKASI – inforayanews.co.id, – Terkait adanya dugaan pungli PTSL yang konon katanya dilakukan oleh Pemerintahan Desa Karangrahayu, sehingga dari adanya issue tersebut munculah pemberitaan di sejumlah media yang akhirnya menimbulkan opini negatif di masyarakat.

Guna meluruskan informasi yang sebenarnya, kepala desa Karangrahayu Hj.Ino Herawati mengundang seluruh Tim pelaksana PTSL dan juga Babinsa, serta Kadus dan juga RT/RW sekaligus juga mengundang sumber yang menjadi korban program PTSL untuk dimintai keterangan serta klarifikasi mengenai adanya issue pungli PTSL tersebut. Selasa (24-01-2023).

Dalam undangan klarifikasi yang digelar diruang kantor desa Karangrahayu pada selasa malam, korban PTSL Jekih A Tanjung beserta Istrinya Eva Rahmawati merupakan salah satu pemohon yang ikut mengajukan pemecahan sertifikat tanah miliknya melalui program PTSL desa Karangrahayu.

Jekih A Tanjung menceritakan,” Saya beserta Istri memang betul mengajukan pemecahan sertifikat melalui program Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di desa Karangrahayu, namun data yang saya miliki dikembalikan lagi lantaran di program PTSL itu tidak menerima atau melayani untuk pemecahan sertifikat melainkan hanya untuk pembuatan sertifikat”. Bebernya

Jekih juga menambahkan,Adanya issue mengenai penyalahgunaan dan juga Mark Up ataupun pungli, menurutnya itu salah alamat dan saya jamin itu tidaklah benar, sebab ketika data dan berkas pengajuan milik saya ditolak dan dikembalikan lantaran tidak memenuhi sarat, akhirnya saya kembali mencoba mengurusinya melalu jalur reguler ataupun umum dan bukan dari Program PTSL, dan kebetulan saja pada waktu itu saya memang minta tolong kepada salah satu Tim pengukur dari pihak BPN yang saat itu sedang melakukan pengukuran di desa Karangrahayu. Ujar Jekih

“Awalnya saya mengira kalau program PTSL itu bisa juga untuk mengurusi pemecahan sertifikat namun setelah diajukan ternyata tidak bisa dan saya menyesal jika lantaran permasalahan saya akhirnya banyak pihak yang merasa dirugikan sehingga tercemar namanya, terutama bagi pemerintahan desa Sukarahayu dan khususnya Kepala desa”. Sesal Jekih

Sementara itu, Serka Budi Nugraha selaku Babinsa desa Karangrahayu yang ikut hadir dalam undangan klarifikasi menjelaskan bahwa terkait issue pungli PTSL di desa Karangrahayu pada hari ini dinyatakan selesai, sebab jika disimak dari keterangan masing-masing pihak menyatakan pemohon dalam hal ini saudara Jekih dalam memberikan penjelasannya bahwa dirinya beserta istri bukanlah korban dari program PTSL.

“Ya harapan saya ke depan semoga tidak ada lagi issue negatif seperti saat ini dan tentunya degan adanya kejadian seperti ini tentu menjadi pelajaran bagi kita semua agar jangan pernah membuat issue yang sekiranya belum kita ketahui kebenarannya apa lagi jika informasi tersebut didapat bukan dari sumber yang tepat”. Ringkas Serka Budi Nugraha

Dikesempatan yang sama, Kepala Desa Karangrahayu Hj. Ino Herawati degan sangat menyesal menyampaikan bahwa kekeliruan dalam suatu pemberitaan jelas berdampak dan tentunya akan merugikan nama baik seseorang, apa lagi issue yang diangkat itu merupakan program dari pemerintah yang akhirnya merugikan nama baik pemerintahan desa.

“Saya sebagai kepala desa dalam hal ini sangatlah dirugikan karena dalam isi pemberitaan dari adanya issue pungli PTSL tersebut terkesan tendensius bahkan saya tidak diberikan hak jawab untuk klarifikasi padahal waktu itu saya juga kan sudah pernah memberikan keterangan yang sebenarnya namun sayangnya tidak dijelaskan didalam pemberitaan. Sesal Ino Herawati

Sejauh ini saya sebagai kepala desa sudah berusaha memberikan yang terbaik bagi warga dan masyarakat desa Karangrahayu dan dengan adanya issue yang tidak mengenakan ini tentunya menjadi pengalaman baru buat saya dan akan saya ambil hikmahnya, namun jika dikemudian hari muncul kembali issue yang tidak benar seperti ini maka saya juga tidak akan tinggal diam dan saya akan kembali untuk berkonsultasi degan praktisi hukum saya (Ulung Purnama, SH.MH ) dalam upaya untuk mengambil langkah kedepannya. Tutupnya (Sep-123d)

 

4 thoughts on “Issue Pungli PTSL Kembali Merebak, Desa Karangrahayu Menjadi Sasaran Tembak dan Korban Memberikan Penjelasan Sebenarnya”
  1. Son dakika haberleri, gündem, siyaset, ekonomi, spor, magazin, yaşam ve dünyadan en güncel gelişmeleri takip etmek, en renkli galerileri okumak için hemen tıklayın

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!