KABUPATEN BEKASI – Inforayanews.co.id, – Adanya dugaan pungli sebesar Rp.25.000 kepada penerima KPM yang dilakukan oleh E-warung “RIFKA”( ibu Devi), ternyata uang tersebut dibebankan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa Beras, Ayam, Telor, Kacang ijo dan Jeruk di desa Kalijaya Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sehingga menuai polemik. Selasa, (7/9/2021).

H. Dede sulaeman Kepala Desa Kalijaya Kecamatan Cikarang Barat saat dikonfirmasi media dikediamannya pada hari Minggu (05/09/2021) membantah terkait dengan adanya dugaan pungutan biaya sebesar Rp.25.000 untuk warganya penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Saya sama sekali tidak mengetahui adanya pungutan uang 25.000 tersebut dan saya juga tidak pernah mengarahkan RT untuk melakukan hal itu, untuk itu saya panggil kaur kesra sama pa Saepudin (ketua PSM-red), RT penerima biar jelas ya bang.” ujarnya kepada media

“Saya sendiri tau informasi tersebut malah dari kesra, kalau betul itu adanya pungutan uang Rp.25.000/warga, saya sangat kecewa sekali karena bantuan tersebut dari dulu juga tidak ada pungutan biaya apapun, bahkan e-waroeng sudah menerima dari setiap warga penerima BPNT sebesar 9.000.” ujar Dede Sulaiman dengan nada kesal.

Lanjut Dede, “Bahkan sudah saya buatkan surat himbauan agar disebarkan di tiap RT dan dipasang di e-warung tersebut, hal itu dilakukan agar nantinya masyarakat untuk tidak memberikan imbalan apapun kepada siapapun (e-warung-red).” Pungkasnya

Tidak berselang lama hadir dikediaman
kepala desa kalijaya Endin Kaur Kesra dan Saepudin Ketua PSM

Saat dimintai keterangannya ,Endin selaku Kaur Kesra Desa Kalijaya menyampaikan, “Saya tidak mengetahui adanya pungutan uang tersebut, justru info itu saya dapatkan langsung dari RT yang pada saat itu datang dan mengeluh ke saya.”

“Informasi RT bahwa pungutan (25.000-red) itu untuk pengganti biaya transport, tapi kenyataan nya ada warga yang menggunakan motor pribadi masih di kenakan biaya juga.”

“Nah, itulah menjadi polemik diwarga saat ini.”

“Pungutan tersebut tidak ada kerjasama dengan perangkat desa itu murni inisiatip pihak agen e-warung nya sendiri” pungkas endin

Sementara itu, Saepudin Ketua PSM kalijaya pun menyampaikan hal senada kepada media, “saya ketua PSM aja tidak tau klo KPM dipungut biaya.”

“Rencananya dalam waktu dekat saya akan tegur pihak e-warungnya.” Pungkas saepudin

Saat dimintai tanggapannya, Ketua RT.03/01 Dino dihadapan media menjelaskan , “Sampai saat ini warga saya yang menerima paket total nya ada 78 orang dan yang baru menerima itu sejumlah 63 orang, benar mereka kita bebabankan biaya sebesar Rp.25.000 untuk biaya transportasi per paketnya dan sisanya 15 orang belum menerima atau mengambil paket sembako.”

“Dari uang sebesar Rp.25.000 itu, Saya diberi Rp.10.000 per warga.” Ujar Dino.

Diakhir pertemuan kepala desa kalijaya H.Dede sulaeman akan membuatkan surat teguran ke Bank BNI untuk mengganti agen e-warung “RIFKA” ibu devi agar tidak ada keresahan lagi dikemudian hari. Pungkas kades kalijaya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!