KABUPATEN BEKASI – Inforayanews.co.id, – Sorotan dan sentilan pedas kembali terlontar dan ditujukan kepada Pj.Bupati Bekasi, Dani Ramdhan,MT. Hal tersebut dilontarkan langsung oleh Turangga Cakraudaksana, selaku Ketua Umum LSM Benteng Bekasi di Kantor Sekretariatnya, yang beralamatkan di Kelurahan Sertajaya , Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (18/08/ 2021).

Turangga mengatakan bahwa, dirinya mendapatkan secarik surat resmi DPRD yang beredar, yang mana surat tersebut ditujukan kepada Pj.Bupati Bekasi dengan perihal Koordinasi, tertanggal 12 Agustus 2021. Surat tersebut di tandatangani oleh Ketua DPRD, bahkan ada tanda terima dari Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi juga, papar Turangga.

Turangga melanjutkan, saya dengar surat dari DPRD tersebut tidak diindahkan oleh Pj.Bupati Bekasi. Saya dapat informasi, Pj.Bupati Bekasi tidak mau menerima rencana kunjungan dari DPRD. dengan begitu lembaga DPRD jadi seperti tidak dihargai banget, bahkan Kepala Daerah yang masih Pj (Penjabat) juga terkesan sombong dan arogan terhadap DPRD, tegas Turangga.

Jangan seolah Pj.Bupati Bekasi sok sibuk dengan seremonial serta pengen dilihat turun ke masyarakat dan gebrakan mau rotasi mutasi Pejabat ASN doang, kayak sudah mau dekat kontestasi Pilkada saja. Dengan tidak menemui rencana kunjungan DPRD tersebut, jika hal itu benar, disini masyarakat bisa melihat sisi seorang Dani Ramdan sebagai Pj.Bupati. Tugas yang pokok malah ditunda-tunda, dan yang seremonial malah didahulukan. Apapun judulnya, penolakan ataupun alasan apapun dari Pj.Bupati yang tidak mau menerima kunjungan DPRD, adalah bentuk sikap Pj.Bupati yang terkesan arogan, ujar Turangga.

Di satu sisi, Turangga juga mengkritisi Lembaga DPRD. Dirinya mengatakan, sangat ironis jika membaca isi Surat yang dikeluarkan DPRD tersebut, masak substansi isinya DPRD meminta waktu kepada Pj.Bupati Bekasi untuk bisa menerima kunjungan DPRD. Harusnya kan sebaliknya, Lembaga DPRD sebagai perwakilan rakyat lah yang harusnya memanggil Pj.Bupati, bukan malah minta waktu ketemu Pj.Bupati.

“Kita masyarakat Bekasi sampai malu, kenapa marwah lembaga yang terhormat DPRD, sampai berkali-kali dilihat publik terlihat semakin rendah bahkan kian hari semakin menurun”, ungkap Turangga.

Jika seperti itu, marwah lembaga DPRD patut dipertanyakan. Masak para wakil rakyat kok begitu. Jadi tidak tegas, padahal ada tugas dan fungsi DPRD yang memang merupakan mitra Pemerintah Daerah. “Jadi DPRD bukan bawahan Pj.Bupati, tapi mitra yang sejajar”. Bahkan karena fungsi dan tugasnya, DPRD bisa memanggil paksa Kepala Dinas atau bahkan Bupati dengan penegak hukum, bahkan bila tidak hadir DPRD kan bisa menggunakan hak menyatakan pendapat, interpelasi, bahkan sampai hak angket. Kenapa malah jadi mlehoy begini lembaga DPRD, pantas saja dapat tudingan (Mosi Tidak Percaya) dari elemen masyarakat, pungkas Turangga dengan geram.(Red)

8 thoughts on “Di Duga Tidak Menerima Kunjungan Dari DPRD, Ketum Benteng Bekasi Nilai PJ Bupati Arogan Dan Terkesan Lecehkan Lembaga DPRD”
  1. I am no longer certain where you’re getting your info, however great topic. I must spend a while studying more or working out more. Thanks for wonderful info I was searching for this information for my mission.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!